Tingg
Sebuah bohlam tak kasat mata hinggap diatas kepala Sara, sekarang dia tau kenapa papa mertuanya tidak kunjungjuga berpulang kesana yaa...... kesana, Sara bukan menantu yang durhaka, Sara hanya penasaran kenapa papa mertuanya belum juga menarik nafas terakhir seperti di drama-drama yang di tontonnya, setelah permintaan terakhirnya terlaksana, aneh bukan.
Tah siapa yang aneh disini.
Tapi Sara kini tau apa penyebabnya, mungkin karena permintaan papa mertuanya belum selesai Sara tunaikan.
Ya pasti karena itu Sara yakin seratus persen
Papa mertuanya takut anaknya perjaka tua.
Sara tidak akan membiarkan itu karena Sara tidak akan setengah - setengah menjalankan misinya.
Misi ini harus Sara selesaikan secepat mungkin, misi yang dikirimkan tuhan kepadanya dalam bentuk apakah dia bisa berbakti kepada orang tua.
Cara berpikir Sara sudah semakin abstrak kembali
Selain itu sara ingin kembali ke kehidupannya sendiri, tentu dengan barangnya sendiri tanpa haru berbagi berdua, dia sangat risih dengan yang namanya berbagi, dia tidak pelit.
Tidak hanya risih, dan well Sara juga tidak lupa dengan panggilan pahlawan di keluarga Adipati heyhey Sara suka itu, dan satu lagi papa mertuanya juga akan istirahat dengan tenang.
Ah kurang baik apa Sara coba, yakin setelah ini papa mertuanya akan mati setelah berhasil membiat Andra tidak perjaka lagi.
Sara dengan pikiran abstruknya
Hehehehehehee
Sara sibuk dengan dunianya tanpa memperhatikan sekitarnya,
Dan lagi
Sepertinya Sara harus lebih mengerti apa arti dari sebuah pernikahan dengan otak dangkalnya,
sungguh pemikiran Sara yang simple dengan hati yang baik dan polosnya itu yang entahlah sangat sulit di deskripsikan Sara........ Saraaa
ck...ck....ck
Mari kita tinggalkan Sara dengan dunia gilanya, kita beralih pada pemuda tampan di ruangan yang sama dengan Sara yang sekarang menyandang gelar suami gadis langka yersebut.
"ada apa dengannya" selintas pikiran bermain di otak bungsu Adipati tersebut.
Sedari tadi Andra sibuk memperhatikan istri nya yang bertingkah ajaib nyaris seperti orang gila. Apa kata dunia nanti yang sempurna ini memiliki seorang istri yang i***t, tidak terima kasih itu bisa menginjak harga diri Adipatinya.
"gadis aneh...."
"gadis aneh"
"ck gadis aneh"
Andra kesal sedari tadi dia memanggil Sara tetapi tidak didengarkan, bagaimana mau di dengarkan, Andra memanggil gadis aneh bukan Sara, sedangkan nama isterinya kan Sara ya jelas tidak di dengarkan.
Dimana ke jeniusan Adipati yang di agung - agungkan itu?
Andra yang sudah tidak tahan dengan tingkah aneh istrinya akhirnya dia beranjak dan menghampiri Sara.
"GADIS ANEH DAN i***t" Adipati yang kesal berteriak yepat di depan telinga Sara, meneriaki Sara yang terus mengacuhkanya, dia bukan patung disini.
Ngggiiiinggggg
Telinga Sara berdengung mendapatkan teriakan kemurkaan suaminya, Sara mendelik sebelum tarik nafas sebelum,
" COWOK BERWAJAH DATAR BERENGSEK LOE MAU MEMBUAT GUE TULI YA" sara balas berteriak tepat di depan wajah tampan Andra, tidak kalah nyaring bahkan teriakan Sara lebih nyaring.
Andra terdiam, blank sesaat, apa katanya tadi cowok berwajah datar, dia menyebut suaminya cowok berwajah datar, selain i***t dan aneh ternyata istrinya ini perlu di ajarkan cara beruca dengan benar.
Sepertinya Andra melupakan bahwa dialah yang memulai dengan menyebut istrinya itu dengan sebutan gadis aneh bukan Sara.
" awas kau gadis aneh kuperkosa kau sampai pingsan" batin Andra keji penuh dendam.