ke-lima

514 Kata
Hah........ Hah........ Ah........ Ugh........ Andra menarik nafas dengan sedikit tergesa -gesa begitu juga dengan isterinya Sara yang terbaring lelah di sampingnya, kegiatan yang baru pertama kali Adipati bungsu ini lakukan sejah lahir kedunia ini ternyata sangat menguras tenaga. Andra lupa diri, dia hanya terbawa emosi pada gadis di sampingnya ini, dia tidak percaya bisa lepas kendali dari karakter biasanya, pada se-onggok gadis aneh yang menurutnya i***t ini, Andra tidak bisa menahanya Emosinya meledah begitu saja, jadilah dia meneriaki Sara yang sebelumnya juga meneriakinya tepat di depan wajahnya yang tidak di ragukan lagi ketampananya itu, dan jangan lupatan tubuh tinggi nan tegap itu. Ya Andra dan Sara batu saja selesai saling meneriaki dengan sebutan gadis aneh - cowok bewajah datar dan beberapa koleksi kalimat hewan- hewan yang ada di kebun binatang dari mulut mereka, tak ada yang mau mengalah ke duanya sangat keras kepala, sehingga Andra dan Sara , merasa kegiatan konyal yang merrka lakukan cukup melelahkan dan memutuskan untuk berhenti, dan membaringkan baca menghempaskan tubuh mereka kekasur. Apa yang kalian pikirkan kkkhh.... Andra Adipati yang baru saja menyandang gelar sebagai suami itu,membaringkan tubuhnya dan menatap langit -langit kamar dengan pandangan menerawang, Sasuke melirik sekilas kesamping kirinya, untuk mendapati Sara menatik selimut menyelimuti tubuh mungilnya, sepertinya gadis tersebut memutuskan untuk tidur di ehm malam pertama mereka. Awalnya Andra merasa aneh pafa dirinya sendiri, dia tidak pernah mengalami ketertarikan pada seorang gadis -gadis diluar sana yang sering merayunya dan mencoba untuk mendekatinya, Andra sempat berfikir apakah dia seorang aseksual atau seoranf penyuka sesama jenis, tapi dia juga tidak tertarik kepada seorang laki -laki, disaat ibunya berkata bahwa dia akan di jodohkan dengan seorang gadis dia bersikeras untuk menolak, bahkan di hari pernikahanya dia berniat untuk kabur, tapi semua itu gagal total kerena dia di jaga ketat oleh ibu dan kakaknya. 'Seorang Adipati anti-mainstrem' batin Andra bangga atau sedang sedeng pada saat itu, tapi pada saat istrinya datang ke acara pernikahan mereka dia dim terpaku dan berusaha menahan gejolah di dadanya, dengan wajah datarnya dia dapat menutupi semua agar tidak terlihat oleh keluarga dan calon istrinya, karena Andra tidak mau mrngakui kalau dia jatuh hati pada pandangan pertama terhadap pilihan mamanya, Andipati gituloh. Gengsi'an yang sudah diyitunkan dari generasi ke generasi. well, Andra keturunan Adipati pertama yang mengambil gebrakan menikahi bocah SMU di keluarga Adipati dan dia sangat bangga akan hal itu. Fiiuuuuhhhh..... Andra menarik selimut, memutuskan untuk tidur lebih cepat dari jam biasanya, mengingat dia memiliki kuliah pagi besok. Membalikkan badan sehingga posisinya saling memunggungi dengan Sara, Andra yang berniat menutup kelopak matanya terdiam, saat dia mendengar gumaman halus dari sampingnya, lebih tepatnya gumaman Sara. " Apa kau mau malam pertama mu sekarang? " Andra terdiam cukul lama atas apa yang di ucapkan oleh Sara, sebelum menjawab singkat. " tidak " Tidak ada balasan lagi Andra melirik ke belakang, melihat punggung Sara dan bahunya yang bergerak teratur, Andra sedikit mengerinyit 'apa dia mengigau' batinya. Mengedikkan bahu acuh, kembali mengambil posisi seperti awalnya, menutup kelopak matanya sebelum mendengus pelan dan tersenyum geli, saat dia kembali mendengar gumaman Sara berikutnya. " selamat malam suamiku " " hn "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN