Andra menatap wajah sembab Sara yang sibuk memakan mie ayam kesekiannya diatas sofa tamu dari balik meja kerjanya,
Andra memutuskan mengajak Sara ke kantornya, karna masih ada pekerjaan kantor yang belum
dia selesaikan ,dia tidak mungkin meninggalkan atau mengantar Sara yang baru selesai dari acara meweknya sendirian, bisa- bisa Sara berulah lagi.
Butuh pelukan hangat dari Anrdra dan elusan serta tepuk kan halus dipunggung Sara yang menyebabkan tangan Andra nyaris putus karna lamanya Sara menangis, hampir 2 jam Andra mengelus punggung Sara untuk menenangkanya, membuat tangan Andra menjadi kram, jangan lupa kecupan di pucuk kepala Sara dan iming-iming mie ayam serta barang mewah lainnya, sampai Sara berhenti menangis, Andra bersumpah dalam hati tidak akan membuat Sara menangis ketakutan lagi karna selain lama, tangisan seorang Sara yang ketakutan sungguh keras dan dapat merusak kesehatan telinga.
Andra tidak berniat memukul Sara saat itu, emosinya masih belum bisa dia kendalikan sepenuhnya, belum lagi dia mendengar suara Sara yang memangilnya takut- takut membuat Andra sekali lagi ingin meremukan tulang seseorang .
Belum lagi gadis idiotnya ketakutan dengan bekas tonjokan yang meyobek sudut bibir ranumnya,menyebabkan Sasuke ingin menghantamkan sekali lagi tinjunya pada tiga orang b******k itu, oh andai Andra tahu aksi brutalnya pada ketiga pemuda itulah penyebab Sara ketakutan.
Ha ah
Andra menghela nafas lelah
Tok tok tok
"Permisi pak Adipati ada beberapa dokumen yang harus ditanda tangani"
"Hn bawa kemari Fitri"
Sara menghentikan acara makan mie ayamnya sejenak, dia melihat seorang gadis cantik yang Sara yakini sekretaris Andra,
berjalan ke arah meja Andra dengan cukup anggun ,baju yang di pakai sekretaris Andra itu sungguh minim. Rok ketat sejengkal di atas lutut itu mempertontonkan paha putihnya dan mencetak sempurna bongkahan pantatnya,
belum lagi baju yang dipakainya tidak kalah ketat membentuk lekukan tubuhnya ditambah dua kancing teratas tidak dikancing kanya, memperlihatkan belahan dadanya.
WOW
Sara tak menyangka sekretaris Andra sama bentuknya didrama- drama yang dia tonton setiap libur sekolah, apakah sekretaris Andra berpakaian seperti itu untuk menarik perhatian Andra
Ck...ck....ck
Sara mengeleng prihatin, Andra kan sudah menikah, buktinya dia nyipok Sara beberapa kali,
Sara lupa diri bahwa dialah yang memulai terlebih dahulu acara cium- menyiumnya dengan Andra walaupun ujung- ujungnya Andra yang tidak mau melepas ciumanya pada Sara.
Masih memperhatikan sekretaris berambut pink itu , Sara melihat gadis itu berdiri di samping Andra, meletak kan berkas dihadapan Andra dengan cara yang sungguh seduktif, merendahkan tubuhnya nyaris menyinggung bahu bidang Andra, berniat mempertontonkan dadanya pada Andra, Sara mengerinyit.
Apa-apaan ini jangan bilang ini seperti didrama juga,-Bos yang selingkuh dengan sekretarisnya- mengeram Sara berdiri mendelik pada si pinky norak, 'tante -tante menor tidak tahu diri'. Batin Naruto kesal, Sara berjalan ke kursi kerja Andra dari arah berlawanan dari sang sekretaris.
" Andra aku ngantuk" kata Sara manja tepat berdiri disamping Andra, berniat menarik perhatian bungsu Adipati, melirik Sara sejenak Andra kembali fokus ke dokumen yang sedang dia baca sebelum ditanda tangani itu.
"Tidurlah" jawab Andra singkat
"Okeey". Sahut Sara mantap sesuai perkiraanya.
Sara membungkuk melewati ruang antara Andra dan meja ,dan menyelipkan tubuhnya diantara lengan Andra, sebelum berakhir di pangkuan Andra, mengalungkan lengan nya keleher Andra, mendusal- dusalkan wajahnya manja, pada leher jenjang Andra mencari kenyamanan.
Andra hanya diam dan kembali melanjutkan kegiatanya membaca dokumen, setelah memperbaiki posisinya senyaman mungkin sebagai alas (?) tidur Sara, Andra sudah terlalu terbiasa dengan tingkah manja Sara.
" Andra cium" Andra melirik sara, Andra sedikit binggung Sara tidak pernah minta cium sebelumnya, biasanya dia akan melakukanya sendiri tanpa memintanya dari Andra, mengangkat bahu acuh , Andra memiringkan kepalanya berniat memberikan ciuman dipucuk kepala sara,
yang masih menyender di d**a bidangnya dengan kepala yang masih terbenam di lehernya, tetapi dengan cepat Sara bangkit dan menarik leher Andra dan membenturkan bibirnya dengan bibir suaminya,
Sara melumat bibir Andra dalam, melirik ke samping kanan Andra menemukan wajah shock sekretaris pingky norak- menurut Sara. Menyerigai. Sara menatap Fitri dengan pandangan rendah menghina yang telah mencoba mengoda suaminya.
Sara melepaskan ciumanya dan kembali membenamkan wajahnya manja pada ceruk leher Andra. kembali menyerigai sebelum bergumam
"Selamat tidur S-U-A-M-I K-U" tekan Sara pada akhir kalimatnya.
"Hn"
Fu*k off pinky his mine.
Ingat Sara tidak suka berbagi apa yang telah menjadi miliknya.
Sara berjalan dikoridor rumah sakit tempat Papa Mertuanya dirawat, dia memutuskan menjenguk ayah mertuanya itu, setelah meninggalkan sedikit keributan kecil dikantor Andra
, yup gosip Andra yang menikah dan membawa istrinya yang astagay ternyata masih sekolah itu tersebar dengan cukup cepat, meninggalkan senyum kemenangan Sara pada kariyawan dan kariyawati yang menatapnya iri ,
saat dia keluar dari gedung tersebut. Melangkah santai,akhirnya Sara tiba didepan kamar VIP tempat mertuanya dirawat ,mengetuk pintu sesaat sebelum membukanya perlahan dan berteriak.
"Papa mertua , Sara datang"
Blam
Belum sempat pintu itu Sara buka sepenuhnya, tapi malah tertutup lagi, ada yang mendorong dari dalam.
Sara menatap horor pintu yang sekian mili lagi hampir menghantam hidung mancungnya, memiringkan kepalanya heran, meraih kenop pintu dan membuka pintu itu kembali.
Blammm
Sebelum kejadian yang sama terulang, pintu itu tertutup lagi dari dalam.
Apa itu,apa barusan Sara melihat mertuanya berdiri ,sekilas saat Sara melihat kedalam sebelum pintu itu menutup lagi, bukankah seharusnya orang sekarat tidak bisa berdiri.
Berniat membuka pintu sekali lagi, Sara terdiam ,dia keduluan,pintu itu sudah terbuka dari dalam.
"Ah menantuku sayang" pekik mama mertuanya, pelaku yang membuka pintu dan memeluk Sara erat.
"Apa kabar Sara sayang ayo masuk". Mana mertuanya mengiring Sara masuk kedalam ruang inap Suaminya yang mewah, melirik ke tempat tidur, Sara melihat Papa mertuanya masih terbaring lemas di kasur tidak sadarkan diri, dengan berbagai macam alat bantu kehidupan disana ,apa tadi Sara salah lihat. entahlah
"egh Mama kenapa pintunya ditutup waktu Sara buka" tanya Sara penasaran atas fenomena pintu yang akan menutup jika Sara membukanya.
"Ah tadi Ibu sedang menganti baju Ayah adik ipar " jawab seseorang dibelakang punggung Sara tempat di samping pintu masuk. Melirik kebelakang, Sara menemukan kakak iparnya.
"Eh kak Yoga" . sentak Sara heran sedikit terkejut, dia tidak melihatYoga tadi, Sara memutuskan tersenyum pada kakak iparnya itu memberi salam ,dibalas senyuman simpul penuh makna dari Yoga yang terlewatkan dari mata penuh kepolosan milik Sara.
"Oh begitu" jawab Sara mengerti di akhir senyumanya pada Yoga, berjalan ke arah Papa mertuanya yang terbaring lemah dikasurnya.