Duggh..
Duggh...
Duggh....
Andra membenturkan kepalanya ke dinding kamar mandi, benar-benar membenturkanya kedinding kamar mandi, membuat kening putih mulusnya menjadi memar berwarna merah, dia stress dan frustasi, setiap Andra membenturkan kening mulusnya kedinding, saat itu juga gumaman bernada putus asa lolos dari bibirnya "Istrinya sudah gila".
Andra terus melakukan kegiatan menyiksa diri sendiri itu sejak masuk kamar mandi 10 menit yang lalu.
" Andra ~ kenapa dikamar mandi lama sekali ,makanannya keburu dingin"
teriak suara cempreng bagai malaikat maut di telinga Andra dari luar kamar mandi, tubuh Andra menegang dia nyaris menangis, kalau saja dia tidak ingat buyutnya Senior Adipati akan ikutan menangis dikuburnya karna melihat salah satu keturunan Adipati menangis hanya karna ulah istrinya yang gila.
Andra menarik napas,menenangkan diri dan menghembuskan nafas secara perlahan.
"ANDRAAAAA"
Andra meringis ,ya Tahun kuatkan iman Andra yang cetek ini, Andra melangkah keluar dari kamar mandi dengan sangat perlahan menuju dapur yang ada di apartemenya, Andra sekali lagi membeku melihat Sara yang tersenyum dari atas meja makan tengkurap, dagu ditopang dengan kedua tangan tan- nya dengan pose imut dan kaki yang diayun- ayunkan manja (?)
'Dia masih di bawah umur, dia masih di bawah umur' batin Andra stress melihat penampilan Sara.
Flashback on
Andra membuka pintu apartemen dengan lelah, pekerjaan di kantor sangat menguras tenaganya, dia ingin mandi, makan dan tidur dengan memeluk
istri idiotnya.
'Dimana Sara' Pikir Andra heran karna apertemen yang biasanya ribut sejak dia menikah sekarang sepi.
Andra melepas sepatunya melangkah kedalam.
" Andra aaa~~"
Saat itu juga Andra mematung, berusaha sekuat mungkin untuk tidak menjatuhkan rahangnya kebawah , dia mengenggam tas ranselnya erat agar tidak terjatuh , Sara istrinya saat ini tengah berdiri didepanya hanya memakai sehelai kemaja putih yang Andra yakini itu adalah miliknya, kemeja itu kebesaran, membuat bahunya melorot jatuh dari pundak Sara,
ditambah tinggi Sara yang hanya sebahunya, menyebabkan dalam kemeja itu hanya pas menutupi bagian privasinya saja, belum lagi Sara tidak mengancingkan kemeja putih itu dengan benar ,Sara hanya mengancingkan bajunya dari batas dadanya kebawah yang membuat penampakan d**a mulus Sara terlihat, belum lagi baju yang melorot di bahu sebelah kiri Sara menyebabkan belah d**a nya kelihatan.
Gulppp...
Andra menelan saliva dengan susah ,dia baru saja akan berbalik keluar dari apertemen - laknat- menurutnya ini kalau saja Sara tidak menghampirinya dan memeluk lenganya erat, dapat Andra rasakan d**a mulus Sara langsung bergesekan dengan lengan berototnya.
Abjksjkhdh....
Andra menyumpah nyerapah didalam hatinya, cobaan macam apa ini , karna di masa lalu dia membiarkan calon hokage dari serial NARUTO mengejar- ngejarnya sehingga dia dapat karma seperti sekarang? #avaikan
" Andra ~ Sara buat masakan kusus buat Andra " kata Sara dengan nada mendayu
Ya TUHAN AMPUNILAH DOSA ANDRA
Andra berdehem,membersihkan tengorokanya, mempertahankan wajah datarnya Sasuke melangkah ke dapur, dengan Sara yang masih bergelayut manja di lengannya,
"Kau masak apa" Andra bertanya menghilangkan suasana canggung bagi mereka atau bagi Andra saja
"Tomat...tomat dan tomat" cengir Sara
Mereka sudah sampai di meja makan, Andra menghela nafas ,bersyukur Andra menghela nafas ,bersyukur Sara melepaskan pelukan eratnya pada lengan Andra menarik tempat duduk, Andra mendudukan diri didepan meja yang tersaji berbagai macam jenis makanan berbahan dasar tomat.
Andra baru saja ingin bertanya pada Sara, apakah dia yang memasak makanan ini, kalau saja Sara tidak se-enak p****t seksinya mendudukkan diri di pangkuan Andra, tangannya di kalungkanya pada leher jenjang Andra dengan manja, dan Andra yakin p****t Sara dibawah sana tanpa pelindung apapun alias p****t mulusnya naked (?).
Andra mengeram" Gadis aneh kenapa kau memakai baju seperti itu" tanya Andra dengan nada sinis.
"Panas" jawab Sara singkat
Andra melihat sekitar dan whatdepak bagaimana tidak panas Naruto mematikan AC- nya
" Kalau kau mematikan AC-nya tentu saja panas i***t" seru Andra kesal.
"Sengaja AC tidak sehat " balas Sara enteng dengan nada gulali (?) Manis - manis gila.
Andra mengepalkan tanganya erat 'Sehat bagimu tidak sehat bagi mataku dobe i***t" batin Andra keki penampilan sara yang seperti ini membuat
matanya panas dan yang dibawah sana menjadi tidak tenang.
Sara melepaskan salah satu tangannya yang mengalung dileher Andra, menarik tangan Andra, Sara mengalungkan tangan Andra mengelilingi pinggang rampingnya, sebelum tangannya kembali ketempat semula,leher Andra.
"Nanti Sara jatuh dari pangkuan Andra, pegang erat-erat" Andra diam melihat lengan kirinya yang mengalung indah di pinggang Sara, tepatnya Andra kehilangan kata-kata dengan tingkah Sara yang semakin lama semakin agresif.
Mengambil sendok yang ada diatas meja makan, Sara menyendok sup tomat yang dibuatnya kepada Andra.
" Andra aaa" bisiknya pelan, Andra diam atau lebih kepada masih shock tidak tau mau bagaimana menyikapi tingkah Saaara yang sangat astagay.
Andra tersentak saat merasakan ada yang basah pada pipinya ,tepatnya ada yang menjilat pipi putihnya secara seduktif , reflek Andra menoleh pada Sara, menatapnya dengan pandangan tak percaya sakaligus horor, yang disambut dengan kedipan ganjen ala Andra.
Menarik sendok yang di pegang Sara, Andra berucap
"Aku bisa makan sendiri'
dengan nada suara tidak ingin dibantah.
Sara diam meperhatikan Andra yang makan sedikit tergesa-gesa, kemudian tersenyum, Kini salah satu tanganya yang mengalung dileher Andra, dia lepaskan perlahan, sebelum turun merambat ke d**a Andra dan meremasnya pelan.
Uhuk
Andra tersedak, dia menatap Sara tajam
"Apa yang kau lakukan i***t" desis Andra
Sara tersenyum
"Tidak aku hanya ingin menyentuh dadamu yang bidang keren sekali" kata sara dengan tampang polos- polos (b*****t) tangannya kembali meremas d**a Andra lembut.
"Wow bidang dan berotot".Sambung Sara modus banget.
Seseorang tolong panggilkan Andra ambulance rumah sakit jiwa, Sasuke hampir gila disini.
"Hentikan i***t" lirih Andra serak mulai kehilangan kewarasanya, Sara menurut, dia menghentikan r**e'anya pada d**a bidang Andra ,Sara menjauhkan badannya sedikit dari Andra yang semula menempel erat pada tubuh tegap Andra ,mengambil gelas air, Sara tanpa pikir panjang menyiramkan air tersebut pada tubuhnya ,membuat tubuh tan itu berkilau seksi ditambah bajunya yang sekarang melekat mengikuti struktur tubuh ramping Sara.
Oh damn it.
Andra mendelik tajam. "Apa yang kau lakukan i***t"
"Panas Andra "
Andra mengatupkan rahangnya menahan sesuatu, melirik pada Sara sejenak, Andra menelan ludah gugup, tanpa sadar meremas pelan pinggang Saraa yang masih dia peluk.
"Unggh" desah Sara spontan mendayu.
Andra menatap horor Sara karna mengeluarkan suara yang sangat ambigu ditelinganya, berdiri dari duduknya, Andra sedikit mengangkat tubuh Sara dan membuatnya berdiri dengan kakinya sendiri.
"Kamar mandi". Jelas Andra pada Sara, melangkahkan kaki jenjangnya dengan tergesa-gesa meninggalkan Sara menuju kamar mandi.
"Jangan lama-lama Andra " teriak Sara setelah cukup lama terdiam,memproses maksud 'kamar mandi' dari Andra
Andra menjambak rambutnya reflek ,nyaris berteriak mendengar seruan Sara.
Flashback off