ke - limabelas

1543 Kata
Keluar dari kamar mandi ,Andra berjalan perlahan kembali kemeja makan, dan melihat kearah Sara sekarang yang tengah tengkurap diatas meja dan sedang memakan sesuatu. Andra melotot kemudian menunduk menghindari menatap tubuh atau mulut Sara yang kini tengah mengemut pisang dengan....dengan errr... Andra mulai berpikir keras,entah kenapa kinerja otaknya mulai melambat melihat Sara yang tengah asik memakan atau mengemut pisang. "Sara badanku lengket aku mau mandi dulu" Seru Andra pada akhirnya setelah cukup lama menatap pipi Sara yang mengembung karna memasukan pisang terlalu banyak kemulut kecilnya, berjalan ke arah kamar dan kemudian membanting pintu kamar menutup dengan cukup keras. Sara sedikit terkejut mendengar bantingan pintu lalu secara spontan mengembungkan pipinya sebal, berpikir kenapa Andra belum menyerangnya, padahal dia sudah mengikuti panduan si Gagak dengan berpakaian dan bertingkah manja pada Andra, Gagak bilang dengan berprilaku seperti itu Andra pasti akan menyerangnya, tapi mana buktinya Andra malah kabur, "dasar pembohong'kata sara bete , kembali merengut Sara memposiskan tubuhnya duduk bersila diatas meja ,mengambil hp melihat tulisan didalam blok Gagak yang halamannya sudah dia simpan sebelumnya dan mulai membacanya kembali,mengangguk-angguk mengerti, Sara akhirnya nyegir, melempar hpnya sembarang arah Sara melompat turun menyusul Andra ke kamar. Sara dapat melihat Andra yang tengah memunggunginya karna sekarang dia sedang ada didepan lemari baju , Andra mungkin sedang memilih baju tidur yang akan dipakainya ,mengembungkan pipinya lagi, Sara melepaskan kemejanya , melorotkannya dari bahu sampai batas Dadanya, Sara menarik kedua sisi lengan kemejanya dan mengikat kedua sisi lengan itu di pinggang rampingnya, membuat hanya bagian privasinya saja yang tertutup kemeja putih itu. " Andra sebelum mandi ayo tiduri aku dulu , Sara mengantuk" Andra membeku sesaat mendengar suara Sara yang tepat dibelakangnya, sejak kapan Sara masuk kamar, apakah saking sibuknya Andra menahan gejolak sesuatu dibawah sana,menyebabkan Andra tidak bisa mendengar dengan jelas suara langkah kaki Sara yang memasuki kamar mereka, aduduh Andra kehilangan fokus dan tunggu apa itu tadi, apa Andra tidak salah dengar 'tiduri?' Andra mengeleng keras ,otaknya mulai tidak beres dia berjanji akan berkunjung kerumah sakit bagian otak besok, mungkin maksud Sara, dia mengantuk dan minta dinina bobokan seperti biasa, bukan ditiduri yang benar saja. Menghela napas lega atas pemikiranya barusan, Andra bersyukur, penderita'anya akan berakhir sebentar lagi, si setan penggoda akan tertidur sebentar lagi. Membalikan badan, Andra sekali lagi harus menahan kedutan dikepalanya dan kedutan dibawah sana, melihat Sara yang sekarang sudah melepas bajunya, dan mengikat baju tersebut si dd mulusnya menutupi bagian privasinya saja. Menampar diri didalan hati Andra mengerakkan dagunya, memerintah Sara dengan isyarat dagu untuk berbaring ditempat tidur, Andra akan memeluk dan mengelus punggung Sara seperti biasa sampai Sara terlelap Nanti. Mematuhi perintah Andra, Sara membaringkan tubuhnya menyamping, menatap Andra yang masih berdiri, tepat disamping kasur, dengan mata bulatnya, tidak lupa membuat tampang imut (?) minta dimakan, berusaha mengabaikan tanpang polos minta dimakan Sara, Andra menarik selimut menutupi tubuh nyaris telanjang Sara dan kemudian ikut berbaring disebelah Sara , memeluknya , Sara merapat dan menegelamkan tubuhnya pada d**a Andra yang masih terbalut kemeja berwarna biru, sebelum menyerigai keji secara diam- diam Hahaha Berdoalah Andra... Andra memulai kebiasaan malamnya sejak menikah ketika akan berangkat tidur,memeluk Sara dan mengelusnya,Tetapi baru elusan pertama yang Andra berikan dipunggung Sara, Andra merasakan ada yang mengelitik lehernya, dia merasakan ada yang menjilat dan mengecup basah leher putihnya. Deg .... 'Apa lagi ini'.Batin Sasuke nelangsa(?) Sara menyerigai merasakan tubuh yang memeluknya ini sedikit menegang kaku, tidak mau membuag waktu lebih lama lagi, Sara melanjutkan aksi gilanya, mengerakan lutut kirinya ke bagian privasi Andra dan mengesekkan pelan kejantanan Andra yang sudah menegang sedari tadi,tidak sampai disitu Sara mengoyang- goyangkan lututnya uuuu pelan sebelum pada akhirnya Sara menekan cukup kuat kejantanan Andra bersamaan dengan dia menjilat kuping telinga Andra mendesah lembut. "Ahh...ung ndra" Krakkkk Akhirnya pertahanan yang Andra bangun sejak tadi hancur lebur.. Mengeram Andra bangkit dari tidurnya membalikan tubuh, menindih tubuh Sara, memerangkap Sara di kedua lenganya yang diletak-kan dsamping kiri-kanan kepala Sara, memdekatkan wajahnya dengan Sara, Andra meraup bibir ranum yang menjilati leher jenjangnya dengan nakal dengan sedikit keras mengemut kedua belah bibir itu, mengerakkan bibirnya pelan dan menuntun diakhiri gigitan halus dibibir bawah Sara, Andra menarik bibir bawah Sara pelan sebelum melepas ciumannya Sasuke menatap tajam Sara yang kehabisan nafas dibawahnya, menyerigai m***m ,merendahkan tubuhnya kembali,lalu menjilat seduktif telinga Sara, membuat bulu kuduk Sara merinding ke enak'an "Ungg "rancau Sara tidak jelas. "Kau yang memulai gadis aneh jangan menyesal" Andra kembali meraup bibir Sara menghisapnya sekaligus menjilat pelan meminta izin masuk, Sara membuka belah bibirnya, lidah Andra menerobos masuk dan melilit lidah Sara ,pangutan pangutan panas antara Andra dan Sara terus berlanjut sampai Andra kembali melepaskan bibir Sara yang sudah membengkak ,menelusuri rahang Sara dengan bibirnya, Andra memberikan kecupan-kecupan halus dan jilatan, terus turun kebawah, Andra menjilat leher jenjang Sara tepat didenyut nadinya, mencium dalam sebelum Andra menghisapnya kuat "Ahh... ungg". Menghasilkan lenguhan manja dari Sara. Andra menyerigai dia semakin semangat mengerjai leher Sara dengan bibirnya, tangan Andra tidak tinggal diam, memberikan belai'an halus dipinggang Sara sebelum meremasnya pelan,naik keatas Andra menemukan n****e Sara yang sudah menegang mencubit dan memilinnya pelan dan meraup d**a Sara ganas dengan cukup keras dengan tangan besarnya membuat Sara memekik, membusungkan dadanya reflek karna menahan nikmat. "Ugg ahhh.. pe..lan Ndra" Andra tidak tahan lagi, mengangkat tubuh Sara , mendudukan Sara dipangkuanya, Andra kembali meraup bibir Sara memberikan jilatan dibibir Sara,menghisap pelan sebelum mereka kembali bertarung lidah , saling memelintir lidah pasangan dan mehisap pelan. Tangan Andra kembali menelusuri leher Sara lembut sebelum turun kebawah menyusuri garis punggung Sara, memberikan remasan-remasan, turun lagi, Andra meremas bongkahan p****t padat nan kenyal milik Sara yang terasa begitu pas ditangannya. "Ughh ahh..nnnh " Sara hanya bisa mendesah atas perlakuan Andra pada tubuhnya yang sudah mulai berkeringat. Andra menjauhkan tubuhnya dari Sara, menarik lepas baju kemejanya menampakan tubuh berotot dan bisep yang terbentuk sempurna. Sara memerah pipi tembemnya kini di hiasi sumburat merah, melihat tubuh Andra yang sangat wow tanpa sadar Sara mengerakan kedua tanganya mengelus lengan Andra dan satu lagi mengelus perut berotot Sasuke, menyebabkan Andra mendesah halus atas elusan lembut Sara pada tubuhnya. Andra sudah tidak tahan lagi,kembali membaringkan tubuh Sara dikasur, menarik paksa kemeja putih yang melilit di pinggang Sara, Andra mengerakan tangannya kebawah diantara belah p****t Sara, mengelus pelan disana sebelum menekan halus kewanitaan milik Sara yang sudah mulai berkedut. "Ssshh ung .." Sara mendesis Andra mengeram menarik salah satu kaki Sara agar membuka lebih lebar , Andra merendahkan tubuhnya menjilat telinga Sara. Andra menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan adik kecilnya yang sudah meronta sejak tadi. Andra berbisik halus dengan suaranya yang serak "Maaf sayang aku sudah tidak tahan" Jlebb "AKHHHHHH ANDRA b*****t MAMA MERTUA ANDRA NAKAL hiksss" Sara meringis sakit, tubuh bagian bawahnya seperti terbelah dua, Andra memasukan kejantananya kelubang perawan milik Sara tanpa persiapan terlebih dahulu, ditambah besar kejantanan Andra yang tidak main-main. Sara menangis menahan sakit. Andra Menghapus air mata yang mengalir disudut mata Sara mengecup pelan dan berbisik lembut. "aku janji ini hanya sekali sayang tahan sebentar", sebelum Andra mengerakan pinggulnya brutal penuh nafsu. "Akh unggg sssh pe ...akhh.. lan unghh Ndra" Sara mendesah gila memegang erat atau mencakar bahu Andra karna gerakkan brutal Andra dibawah sana. Sara merengut menyumpah serapah Andra, pinggangnya seperti mau putus apa- nya yang sekali Andra biadab- menurut Sara - menghajarnya lebih dari sekali, tapi berkali- kali menghajar kewanitanya yang sudah tidak perjaka lagi sejak Andra merenggutnya untuk pertama kalinya, nyaris membuat Sara pingsan. "Dasar ayam maniak sialan m***m wajah datar AKKKKH" Sara berteriak frustasi mengacak -acak rambut pirangnya sebelum kembali terbaring lelah dan tertidur, tenaganya belum ada untuk bergerak banyak. Andra memijit kepalanya pusing sejak tadi isterinya mondar- mandir seperti strika didepan meja kantornya dengan cara jalan yang tidak normal, bokongnya agak menungging kebelakang dan kaki yang sedikit mengangkang, mungkin karna efek kerja keras Andra semalam yup setelah kejadian malam pertama meraka Andra benar-benar menjadi maniak selalu ketagihan jepitan kewanitaan Sara, hampir setiap hari Andra mengarap Sara, yaa hampir kalau saja Sara tidak menangis dan menatap Andra dengan belas kasihan seperti tadi malam ketika Andra meminta jatah harianya. Beralih ke Sara, dia sedang pusing ,sudah beberapa minggu sejak Andra kehilangan keperjakaan dan beberapa kali pengulangan seperti tadi malam tapi tetap saja kenapa Papa mertuanya belum wafat juga, Sara heran dan binggung. Apa ada proses merebut keperjakaan Andra yang salah, Sara bertanya- tanya dalam pikiran idiotnya. Berhenti dari acara mondar- mandirnya secara tiba-tiba, Sara berdiri diam menopang dagu seperti berpikir keras, sebelum wajahnya memucat , Sara berlari ke wastafel yang ada disudut kantor Andra dengan terburu buru dan Huwekkk Sara muntah Berkumur-kumur membersihkan mulutnya, Sara berbalik menemukan Andra yang berdiri dibelakangnya dengan tampang khawatir "Kau tak apa Sara " ucapnya datar terselip nada khawatir disana. "Ugh aku mual b******k". Rajuk Sara manja, dia mengembungkan pipinya kesal, "Ini gara-gara kau membuatku telanjang bulat tidur semalam, jadi masuk anginkan" Sara berseru marah, menyalahkan Andra atas kondisi tubuhnya Andra binggung setelah melakukan hal yang iya-iya dengan Sara, Andra ingat betul dia memeluk Sara erat nyaris membenamkan tubuh Sara pada tubuhnya, jangan lupa selimut tebal yang menyelimuti mereka berdua. " Angin mana yang akan masuk". Pikir Andra aneh dan heran. Sara memeluk Andra sebelum bergumam pelan, melupakan ucapan penyalahan sepihaknya kepada Andra barusan. "Ndra- ,Sara mau mie ayam isi tomat" ucap Sara menatap Andra dengan mata bulat shappire yang berkaca- kaca "Hn". Andra tau dia tidak akan pernah mampu menolak keinginan Sara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN