charming 16

403 Kata
Elrina POV Huft..... gara gara gue ngelamun, jadi telat deh jemput Dewa. Semoga aja dia nggak bosan nungguin. Aku bergegas berjalan menuju ruang tunggu kedatangan. Dan mata ku tertuju pada seorang laki-laki tinggi dan menawan yang sedang membaca buku. yah.. itu Dewa ku. seorang profesor muda yang membuat ku jatuh hati. " Dewa...." panggil ku pada nya. Aku tersenyum dan menatapnya dengan penuh rindu. Dewa pun menoleh kearah ku. Dia tersenyum tak kalah bahagia. Aku menghampirinya,dan dia pun berdiri dari tempat duduknya. " maaf, aku terlambat. tadi aku nabrak mobil di jalan." " Tapi kamu nggak kenapa napa kan?" " aku nggak apa-apa." " syukurlah.... yang penting kamu nggak apa-apa, aku udah seneng kok." jawabnya sambil memeluk ku. ~deg...deg...deg...~ jantungku berdegup sangat cepat. Aku pun membalas pelukannya. Rasanya pelukan ini adalah luapan rasa rindu kami berdua. Aku berpikir, kalau ini mimpi, aku tidak ingin bangun. Dan jika ini adalah kenyataan, biar aku jadikan ini kenangan terindah dalam hidupku. Rasa - rasanya aku tidak ingin melepaskan Dewa ku. Aku ingin selalu bersamanya. Aku ingin selalu di sisinya. Menjadikannya Imam dalam keluarga ku. Tapi aku tidak bisa. tiba-tiba air mata ku ikut menetes. Dewa mengurai pelukanku. Dia menatap ku dsn menghapus air mataku. " kamu kenapa? apa ada yang sakit?" tanyanya " nggak kok, aku cuma kangen banget sama kamu. Rasanya aku masih peluk kamu." jawab ku berbohong. " yuk kita jalan. Kamu bisa antar aku ke apartemen dulu nggak? soalnya nih koper berat banget." " ok. yuk jalan." Kami berdua berjalan menuju sebuah apartemen milik Dewa. Sebenarnya Dewa adalah anak orang kaya. Orang tua nya punya rumah yang besar, tapi dia lebih memilih tinggal di apartemen. Dewa adalah dua bersaudara, jadi saat dia ada di apartemen dia tidak khawatir orang tuanya akan kesepian. Tidak banyak yang kami obrolkan saat di mobil. kami hanya menyala kabar satu sama lain. Apartemen milik Dewa ini letaknya tidak jauh dari rumah sakit tempat kami bekerja. "Akhirnya aku pulang." ucapnya. " Selamat datang kembali ke rumah." ucapku " makasih... aku kangen kamu." dia kembali memeluk ku. " iya sama..." " aku taruh koper dulu, terus kita lanjut jalan jalan. kamu mau kan? " emang kamu nggak capek?" " lebih capek lagi kalau aku harus nunggu untuk menghabiskan waktu bersama mu." gombalan nya. "ih.. gombal bgt. Belajar ngegombal dari mana?" "ada deh... yang penting aku mau buat kamu bahagia setiap hari." ~deg~ seketika hati ku langsung sakit mendengar pernyataan Dewa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN