charming 9

420 Kata
Arjuna POV Hati ku terasa melayang dan jantung ku tidak berhenti berdebar saat Elrina berkata bahwa dia juga menerima perjodohan ini. Di dalam hati,aku tidak berhenti bersyukur. Bahwa orang yang benar-benar aku suka sejak lama,akan benar-benar menjadi milikku seutuhnya. Mataku tidak bisa lepas memandangi bidadari cantik di depan ku. " tapi maaf Juna,,, aku belum bisa mencintai kamu sepenuhnya." Deg... satu kalimat itu membuat ku terdiam dan sedikit kecewa. Apa kurang ku? Apa ada yang salah dengan ku? Apa dia sudah mempunyai kekasih? ah....!! semua pertanyaan itu tiba-tiba muncul di kepala ku. Angan ku yang sudah terbang tinggi ke angkasa,, saat itu juga terhempas jatuh ke dasar bumi. "Baiklah,,,aku akan mencoba mengerti" ucapku dengan nada berat. " tapi bisakah aku bertanya, apa kurang ku sampai kamu tidak punya rasa pada ku?" tambah ku. "kamu tidak kurang apapun Juna,kamu suami idaman setiap wanita. Kamu tampan, kaya, dan pintar."ucapnya Aku memperhatikan dan mencoba memahami maksudnya. " kamu sudah aku anggap seperti kakakku sendiri. Lagipula__" jawabnya terpotong "lagipula apa?" ucapku " lagipula saat ini aku punya pacar.." jawabnya. Oh tidak Tuhan... aku harus bersaing dengan laki-laki lain. Ah benar,, cinta sejati memang pantas untuk diperjuangkan. "kami saling mencintai. Dan dia sudah berjanji akan melamar ku saat dia kembali setelah menyelesaikan tugas bantuan kemanusiaan." ucapnya. "apa kamu belum menceritakan semua ini kepadanya? mungkin dia akan mengerti situasi mu." ucapku. "Aku tidak bisa memberitahukan masalah sebesar ini hanya lewat handphone. Dia akan kembali satu minggu lagi. Aku akan membicarakan ini pelan-pelan." ucapnya " kenapa harus pelan-pelan? kamu akan segera menjadi istri ku. Apa kamu tidak memikirkan perasaan orang tua kita, saat mereka tahu, kamu sah menjadi istri ku tapi masih menjadi kekasih orang lain.?" tegasku " Aku akan mencoba membuat dia mengerti posisi ku. tapi itu tidak akan mudah. Akan sulit bagi kami untuk saling melupakan. karena kita masih harus sering bertemu karena profesi kita." ucapnya. " baiklah aku mengerti. Tapi ijinkan aku juga untuk memperjuangkan cinta ku dan mendapatkan hati sepenuhnya." ucapku " itu adalah hak mu. aku akan banyak belajar." ucapnya Aku tersenyum penuh harap. "Apa makan mu sudah selesai? ini sudah malam,aku akan mengantarmu pulang." ucapku " iya aku sudah selesai. terima kasih mau mengantar ku pulang. tadi mama meminta mang Ujang nganterin aku." ucapnya. "santai aja,, sudah jadi kewajiban ku. apa sekalian besok berangkat dan pulang kerja,aku yang antar jemput kamu?" godaku "hahaha.. makasih,tapi aku bukan Elrina yang ingusan dan manja seperti dulu." jawabnya. Kami berdua berjalan bersama keluar dari restoran. Hujan turun cukup deras saat kami berada di depan restoran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN