charming 14

468 Kata
Elrina berpikir keras pagi ini. Pasalnya, kekasihnya akan pulang ke Indonesia hari ini. Dan siang ini dia harus menjemputnya di Bandara. Di satu sisi, dia rindu dan di sisi lain, dia tidak berani bertemu dengan kekasihnya. Elrina benar -benar bingung, apa yang akan ia katakan pada kekasihnya.. Dia tidak sampai hati menyampaikan kenyataan. Bahwa dia telah dijodohkan. Dewa Nugraha, seorang dokter bedah tampan yang sudah 2 tahun menjadi kekasih Elrina. Dewa dan Elrina bertemu sewaktu kuliah di Inggris. Sebelum Dewa ikut bantuan kemanusiaan, Dia bekerja di Rumah sakit mitra sehat. Yang juga merupakan Rumah sakit milik keluarga Elrina. Menurut Dewa, dengan ikut bantuan kemanusiaan, dia dapat belajar dari berbagai aspek tingkat kehidupan. sebagai seorang dokter, ini merupakan panggilan kemanusiaan yang wajib ia laksanakan. Dan Elrina yang saat itu baru menjadi kekasih Dewa menyetujui keputusan kekasihnya. Meskipun hati Elrina terasa berat. Hari ini Elrina memutuskan untuk tidak berangkat bekerja. Dia meluangkan waktunya untuk menjemput sang kekasih. Dia ingin melepaskan rindu yang sudah lama berada di hatinya. Elrina terlihat cantik dengan kaos yang dipadukan dengan kemeja biru dan celana jeans. Rambutnya di kuncir kuda dan memakai sepatu kets. Elrina menyukai gaya tomboi nya. Baginya, yang membuat dia bahagia adalah hal yang sederhana. El meluncur dengan mobilnya menuju bandara. Hatinya berdegup senang, karena dia akan bertemu kekasihnya. Tapi otak nya juga tidak berhenti berpikir, bagaimana caranya agar sang kekasih dapat mengerti posisi nya.Dia tidak ingin menyakiti hati orang yang dia cintai. karena sedikit tidak berkonsentrasi, dia menabrak mobil sedan putih yang berada di depannya. El tidak sadar karena lampu lalu lintas berwarna merah. " brruuk " " astaghfirullah..." ucap El ' aduh... kenapa bisa begini...gawattt" gerutu El Pengendara sedan putih yang di tabrak El, keluar dari mobilnya. Tampak seorang laki-laki tampan memakai sweater berjalan menuju mobil El. Pengendara itu mengetuk kaca mobil El dan mengisyaratkan agar El segera keluar. Dan El pun segera keluar dari mobilnya. " Bagaimana anda akan mempertanggung jawabkan ini?" tanya pengendara itu sambil menunjuk bamper belakang mobilnya. Mata Elrina mengikuti telunjuk sang pengendara. Matanya melihat bamper mobil itu penyok lumayan parah. "aduuh...." gerutu nya. ~apa sih yang ada di otak gue, sampe gue nggak konsen.~ batinnya " Maaf pak.. saya tidak berkonsentrasi. saya akan bertanggung jawab." ucap El " Bagaimana kamu akan mempertanggung jawabkan ini? tanya pengendara. " saya berikan uang ini untuk bapak pergi ke bengkel memperbaiki mobil bapak." ucap Elrina dan mengambil uang di dompetnya. " Memangnya saya ini mata duitan? saya tidak butuh uangmu. seharusnya kamu sendiri yang membawa mobil saya ke bengkel.!" tegas si pengendara " Aduh maaf pak, saya tidak punya waktu. Saya harus segera menjemput seseorang di Bandara." " terus bagaimana ini?" " Lebih baik bapak terima uang ini, ini cukup untuk memperbaiki kerusakan bamper mobil bapak." " saya bukan orang yang mata duitan. Yang saya butuhkan tanggung jawab." "aduh..." .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN