Selagi aku berpikir tentang siapa pengirim makanan ini, es krim yang ada sudah tampak bercair. Meski aku masih bingung, tapi aku memutuskan untuk menyelamatkan es krim tersebut lebih dulu sebelum mencair lebih banyak lagi. Setidaknya aku sudah memastikan bahwa makanan ini memang untuk ku, hanya tidak tahu saja siapa pemesannya. Jadi, aku harus menikmati sebaik baiknya. Hingga satu pesan masuk sukses mencuri perhatianku. Aku pun membuka layar ponsel yang baru saja membunyikan nada notifikasi pesan masuk itu, dan buru buru membuka notifikasi pesan yang ada. Rendi : Ra, makanannya udah sampe belum? Aku seketika tersedak es krim yang tengah aku nikmati ini, karena satu pesan dari Rendi yang menerangkan segalanya, perihal siapa yang mengirimkan makan siangku ini. Aku terbatuk beberapa sak

