= = = = = Tiara = = = = = Beberapa hari terlewati sejak kejadian malam itu. Hubungan aku dan Rendi tidak bisa dikatakan memburuk, tapi agak terlalu aneh jika di katakan membaik. Rendi kembali bersikap wajar terhadapku, atau sudah di atas wajar jika di pikir pikir. Aku merasakan ada yang beda dari sikapnya, ia tak sekadar beramah tamah seperti biasa, atau memaksakan diri agar aku menerima bahwa kami hanya sekadar teman lama. Ini lebih dari sekadar itu, yang membuatku semakin seperti orang linglung karena tanpa sadar aku pun mulai bersikap ramah terhadapnya. Gemuruh di dadaku semakin kencang setiap kali berada di dekatnya, yang sialnya aku seharian memang selalu ada di dekatnya. Rasa bahagia itu terbit lagi, seperti dulu saat aku kuliah, dan sering tersenyum sendiri saat curi curi pand

