- 55 -

1659 Kata

= = = = = Tiara = = = = =  Keheningan kembali menyelimuti kami, hingga yang terdengar lagi lagi hanya suara dari ketikan keyboard yang memenuhi isi ruangan ini. Aku mencoba untuk tidak terkontaminasi dengan kehadiran Rendi yang membuat pikiranku menjadi ke mana mana. Bisa bisa pekerjaan ini tidak akan selesai jam sepuluh, yang ada aku bisa pulang pukul satu malam. Tentu saja aku tidak akan mau pulang jam segitu, memangnya hidupku hanya untuk bekerja. Aku kan bekerja hanya untuk mengisi kesibukan, bukan karena kekurangan uang. Oke, kini aku sudah terdengar sombong seperti yang sering di ledek Devon. Yaa, gimana. Lama lama asik juga menyombongkan diri. “Tiara,” panggil Rendi. Aku yang sedang mensubmit dokumen untuk data data barang ke pelayaran buru buru menyahut. “Bentar, Ren. Bentar!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN