= = = = = Tiara = = = = = “Ra?” panggil Rendi lagi, saat aku belum menyahut sama sekali. Lelaki itu melirik ponselku yang tengah menampilkan aplikasi kendaraan online, dan aku belum menekan tombol untuk memesannya. “Belum di pesan juga ‘kan taksinya, bareng gue aja, gimana?” tanya Rendi lagi, berusaha untuk mengingatkan kembali tentang ajakannya untuk pulang bersama itu. Aku melihat pada layar ponselku, dan mendapati jarangnya icon mobil yang ada di sekitarku, pertanda armada mobil di sekitar sini memang sedang jarang. Kemungkinan besar aku baru bisa naik taksi setengah jam kemudian, yang mana berarti sudah jam sepuluh malam. Hal tersebut jelas sangat membuang buang waktu. Akhirnya, aku pun mengangguk pelan. “Oke, gue balik bareng lo,” ucapku setelah mempertimbangkan beberapa hal tadi,

