Tangan Tiara terulur untuk melingkar di leherku, bibirnya terbuka, memberikan akses untuk ku menjelajah lebih dalam lagi. Aku menyukai rasa ceri yang menguar dari bibirnya, kesan manis dan memabukan yang membuatku ingin terus tenggelam dalam ciuman ini. Sentuhan Tiara yang sensual di area tengkuk hingga mulai meremat rambutku, membuat ku semakin b*******h untuk melanjutkan aksi ini semakin dalam. Pagutan bibir kami terlepas untuk beberapa saat, yang mana justru menghantarkan bibirku untuk bermain di area lainnya. Aku mencium pipinya, menghapus jejak air mata yang masih ada di sana. Lalu terus menyamping ke bagian telinganya, hingga membuat suara Tiara terdengar berdesis pelan, lalu terus bergerak intens menyusuri area tengkuknya, yang membuatnya terus menggeliat serta meremas rambutku

