= = = = = = Rendi = = = = = = Matahari pagi menyambut kami yang masih berbaring di tempat tidur pasca menghabiskan malam yang panjang dan menggairahkan. Tubuh kami masih belum terbalur sehelai benang pun, sehingga hanya selimut tebal yang ada di tempat tidur ini yang menutupi tubuh polos kami. Tiara masih berada dalam pelukanku, aku masih memeluknya. Rekaman kejadian semalam kembali berputar di kepalaku, yang kali ini membuatku tersenyum pelan saat mengingatnya. Tanganku kembali terulur untuk mengusap wajahnya. Sejak pertama kali melihatnya, aku sudah menyadari bahwa Tiara memang cantik. Hanya saja, aku tidak terlalu menaruh perhatian terhadapnya. Tiara hadir dengan sendirinya, bergabung dengan pertemanan kami, seolah menjadi salah satu dari kami. Lalu aku menganggapnya seperti teman t

