= = = = = Tiara = = = = = Lift menjelang pukul sembilan pagi bisa di pastikan selalu penuh sesak. Setiap orang yang ada di dalamnya tampak berhimpitan, demi agar bisa menuju ke lantai di kantornya, sebab sebentar lagi jam kantor akan di mulai. Aku berdiri di sudut lift, turut berhimpitan dengan karyawan dari kantor lain. Masih tersisa lima menit lagi sebenarnya sebelum jam masuk kantor, tapi aku enggan menunggu untuk menaiki lift berikutnya. Sebab dapat di pastikan tidak akan jauh berbeda dengan keramaian di lift ini. Suara denting lift berbunyi, aku melihat pada layar yang menunjukan informasi lantai, ternyata sudah di lantai kantorku. Aku pun buru buru bergerak untuk keluar dari lift yang masih banyak penghuninya ini. Setelah keluar dari sana, aku menghembuskan napas lega, lantaran

