“Aku ingin kita pisah aja,” terang Al. Manda terdiam dengan menatap kosong pria di depannya. Pria itu meminta pisah darinya, bukankah itu permintaan yang sangat menyakitkan untuk seorang istri. Baru saja ia dibuat senang dengan kepulangan pria itu kini kembali sedih bahkan jauh lebih sedih. Manda menggigit bibir bawahnya. Dadanya sakit sekali sepeti ditusuk-tusuk tombak tajam, diiris-iris pisau, dan diremuk-remuk. Mata wanita itu memerah. Perlahan cairan bening jatuh dikedua belah pipihnya. Ia mengusapnya, terus mengusapnya, tapi tak pernah habis. Air matanya terus saja jatuh dikedua belah pipinya. Al menghela napas berat. Ia berat untuk mengatakan keinginannya itu. Namun ia harus melakukannya karena ia ingin rumah tangganya dengan Lisa berjalan sempurna. Tanpa ada orang ketiga dalam

