Sudah beberapa jam berlalu dari keributan yang terjadi. Saat ini Al duduk sendiri di ruang tengah. Pria itu menyalakan televisi tapi tidak menontonnya. Ia sibuk dengan pikiran kacaunya. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar Lisa mau memaafkannya? Ia juga bepikir bagaimana caranya agar tidak ada lagi masalah dalam rumah tangganya? Ia dibuat pusing dengan masalah yang tanpa henti menerjang kehidupannya. Jika dipikir-pikir ia tidak pernah lepas dari masalah. Apa sudah jadi takdir hidupnya yang penuh dengan permasalahan? Jika iya, Tuhan sungguh tega menulis alur hidupnya yang pahit ini. Ponselnya yang di atas meja tiba-tiba berdering. Ia mengeceknya. Ia menghela napas berat setelah membaca pesan masuk dari Papahnya. Pria itu menyuruhnya datang ke rumah dengan kalimat pemaksaan. Dengan k

