"Al." Manda menahan pergelangan tangan Aldevaro. Al yang mau membuka pintu mobil jadi terhalang. Ia memutar badannya menghadap Manda. "Aku mau ngomong sama kamu," ujar Manda pada pria yang menatapnya datar itu. "Aku buru-buru." Al memutar badannya. Ia membuka pintu mobilnya. "Bentar aja, Al. Ini penting." Al menghela napas. Ia menghap Manda kembali. "Apa?" "Mamah sakit." "Sakit?" "Mamah demam. Badannya panas banget. Tapi mamah nggak mau minum obat." "A-" ucapan Manda tidak terselesaikan karena Al keburu pergi. Ia pun menyusul pria itu. Al membuka pintu kamar mamahnya. Ia melihat mamahnya terbaring di ranjang dengan wajah yang pucat. Ia memeriksa jidat wanita itu dan terasa sangat panas. "Mah ...." "Mamah aku anterin ke rumah sakit ya." Resi menggeleng. Al melihat sekelilin

