Lupakan Aku!

1198 Kata

MARYA menghela napasnya perlahan. Dia duduk dengan memeluk lutut sambil memandangi langit malam dari balkon kamar. Tidak ada bintang malam ini, hanya sedikit cahaya bulan yang tersembunyi dibalik awan. Rambut dan gorden putih di sana juga menari-nari karena terpaan angin lembut yang syahdu. Marya memejamkan mata untuk menghayati suasana cukup tenang ini. Ini sudah dua hari berlalu. Walaupun Marya sedang dirindung rasa kecewa, kata-kata Dhara serta lingkungan kerja yang penuh aura positif sedikit banyaknya memberikan transfer semangat bagi Marya. Team kerjanya sedikitpun tidak pernah menyinggung apapun konflik yang pernah terjadi di dapur itu. Yang meraka lakukan hanyalah membuat suasana dapur semakin ceria setiap harinya. Marya sangat bersyukur karena masih banyak insan yang berhati mul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN