Perpisahan

1294 Kata

“KAK Yaya.” Langkah kecil Marya terhenti seraya menoleh pada sumber suara. Nana. Gadis itu nampaknya baru keluar dari mobil. Nana terkejut melihat wajah Marya yang basah dengan air mata. Nana sedikit ragu-ragu menghampiri Marya lebih dekat. Karena, sampai sekarang Marya masih mendiamkannya. Dia datang ke sini, ingin memperbaiki hubungan yang renggang ini. Namun, tidak disangka dia mendapati Marya dengan keadaan seperti ini. “Nana, mau apa kamu ke sini?” Marya mengusap air matanya. Dia masih sangat emosional akan kejadian tadi. Jarak taman dari rumah Dhara tidak jauh, oleh karena itu Marya hanya jalan kaki. “Nana.. mau menemui Kakak.” Balas Nana masih dengan nada canggung. Dia juga langsung menunduk. Masih sangat jelas diingatan akan kemarahan Marya padanya waktu itu. “Masuklah.” “Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN