LIBRA keluar dari lift. Ekspresinya dingin tanpa segurat senyum sedikitpun. Langkah panjangnya langsung dibawa menuju sebuah ruangan. Gagang pintu dicapai dan langsung dibuka dengan kasar. BRACCKKK!!! “As.. tagfirullah hal adzim…” mengucap panjang Prison seraya mengusap dadaa bidangnya. Dia menggeleng melihat Libra yang terus masuk dengan langkah cepat. Ada masalah apa pria ini? datang tanpa mengetuk pintu, apalagi salam. Mengamuk bagai penagih hutang. “Kamu ada masalah apa Libra? Kamu mau bunuh aku hah?” dadaanya masih diusap. Jantungnya masih kencang berdetak. Untung dia tidak punya riwayat jantung lemah. Libra sudah berdiri di depan meja Prison. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana. Matanya juga tertuju pada ponsel Prison yang ada di atas meja. “Apa kamu sudah tuli Pris

