Bukan Salah Eyang

1375 Kata

LANGKAH kaki di bawa keluar kamar. Bola mata hitamnya memperhatikan sekitar. Eyang memang selalu up to date perihal desain interior rumahnya serta perabot. Banyak yang telah berubah. Dulu di masa dia masih pacaran dengan Haris, dia cukup sering mengunjungi tempat Eyang. Kadang dia juga bermalam di sini atas permintaan Eyang. Dulu Eyang sangat menyayanginya. Sekarang pun Marya rasa masih sama. In shaa Allah. Hal inilah yang paling melegakan bagi Marya sekarang. Rindu pada Eyang, tentu saja iya! Namun, sekarang Marya ingin menemui putranya dulu. Marya masih memperhatikan beberapa deretan pintu di sana. Mengira-ngira di kamar mana Aeril ditempatkan. Tiba-tiba Marya melihat Mbak Mira keluar dari salah satu kamar di sana. “Mbak.” Panggil Marya sambil membawa langkah mendekati Mbak Mira.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN