“Please.., aku mohon, kembalilah ke sisiku.” Haris dengan mengulurkan buket bunga rose yang bisikan 15 tangkai. Marya seolah menahan napas sekarang. Dia hanya menatap Haris yang memandangnya dalam. Pria itu meletakkan bunga itu di pahanya. Marya masih diam. “Yaya.. aku benar-benar menyesal. Aku tahu, kamu pasti sangat membenciku.. namun aku mohon beri aku kesempatan? kita mulai dari awal, ya?” bunga rose 101 tangkai itu sekarang itu diulurkan. Marya segera mengalih pandangannya ke samping. Ya Allah.. dia hampir kalah dengan perasaannya. Namun seketika siksaan pada malam itu kembali membayanginya. Perlakuan dan kata kasar dari pria biadab ini kembali membayanginya. Ini tidak mudah baginya. Satu tetes air yang lolos mengalir dia usap. Lalu Marya berdiri dari duduknya. Bunga rose di pah

