Happy reading
Typo koreksi
****
'Dunia malam itu nikmat, dan mereka hidup gue'
.... Fathur Artha Putra ....
****
Pukul 24.00
Motor-motor besar tampak sudah berjejer di sisi kanan dan kiri bahu jalan yang kosong dan sepi. Deru mesin motor yang mendekat membuat beberapa dari orang-orang yang ada di sana menoleh, mereka tampak senang menyambut empat motor ninja tersebut tiba di sana.
"Wah wah ... lihat siapa yang datang. Sang jagoan kita." Seru setengah berteriak salah satu orang yang ada di sana.
Laki-laki dengan tindik di telinga dan hidungnya itu terlihat terkekeh menyambut sang pengendara yang baru saja berhenti tepat di depannya.
Helm fullface itu terbuka, kilat mata pongah pun membalas kekehan sambutan pria bertindik yang tadi berbicara.
"Apa sih, Bang Jack." kata si pengendara motor.
"Ya elah, Tur. Santai aja, kan emang kenyataan. Elo jadi ikut turun kan?" Seru laki-laki yang ternyata adalah Bang Jack
Fathur, pemuda itu melepas helmnya dan meletakkannya di atas motor. Ia masih duduk di sana, sedangkan ketiga sahabatnya sudah parkir di tempat biasa.
"Jadi, emang siapa yang turun malam ini?" Tanya pemuda itu ingin tahu.
"Biasa. Si Elang mau turun lagi dia, katanya habis dapat duit. Penasaran juga mau lawan elo lagi katanya."
Fathur tergelak, ia tersenyum mengejek.
"Oh, dia." Sahutnya singkat.
"Siap-siap aja dulu, 10 menitan lagi kita mulai." Fathur pun manggut-manggut mengerti.
Pemuda itu menyalakan motornya lagi dan mendekat ke arah tiga sahabat-sahabatnya.
"Lawan siapa Tol?" Tanya Tegar saat Fathur sudah memarkirkan motornya di dekat motor pemuda itu.
"Elang." jawabnya singkat.
"a***y, tuh bocah lagi. Penasaran amat mau balapan sama elo lagi dia, Tol."
Fathur hanya menggedikkan bahu acuh tidak peduli.
Siapapun lawannya ia akan menghadapinya, ini dunianya. Dan Fathur suka melakukan hal ini sejak ia mengenal dunia malam.
"Hati-hati kalau nanti lawan si Elang, Bro. Siapa tahu dia main curang."
"Ya elah, kaya berani aja tuh anak. Tapi kalau iya, beuhhhh tenang aja Tol. Gue sikat tuh anak nanti." Tegar berujar dengan gaya soknya.
Akmal dan J mencibir pemuda itu, berbanding terbalik dengan Fathur yang tampak tidak peduli dengan ucapan sahabatnya itu.
Tangan pemuda itu mengeluarkan ponselnya, wallpaper photo Fersia yang dia ambil diam-diam terpampang di sana. Sebelah sudut bibirnya tertarik ke atas tipis. Mengabaikan suara berisik Tegar yang kesal di ejek dua temannya yang lain.
Fathur mengetik sesuatu di sana usai membuka room chat yang sebenarnya jarang di balas oleh kekasihnya itu. Meski tahu selalu mendapat respons yang tidak di harapkan, pemuda itu tetap mengirim pesan kepada gadis menggemaskannya tersebut.
Sia-ku
Kamu pasti udah tidur
Its oke, but aku cuma mau bilang
Mimpi indah my baby girl
I love you
(Send)
Fathur tertawa kecil usai menekan tombol send di ponselnya.
"Dih, woy liat tuh, teman elo senyum-senyum nggak jelas liat hp nya." Sindir Tegar mengejek.
Fathur menulikan telinganya, ia tahu kalau sahabatnya itu hanya bercanda. Dan dirinya sudah bosan menanggapi tingkah Tegar yang suka nggak jelas.
"Sirik bilang aja, Gar." celetuk J membuat Tegar memukul pemuda itu kuat.
"Anjir, tau aja lo, sialan!" Umpatnya mengundang tawa J keras.
"TUR, YOK!" Teriakan bang Jack mengintrupsi mereka.
Tegar, Akmal dan J bergantian menepuk bahu Fathur pelan, memberi semangat. Yang tentu saja di balas senyum oleh pemuda tampan itu.
"Good luck, Bro."
"Semangat!"
"Hajar sampai finish, Tol." Seru ketiganya bersamaan.
Fathur membawa motornya ke garis start, ia melihat wajah Bang Jack yang tersenyum penuh minat kepadanya. Lalu kepala menoleh menatap sosok Elang yang akan bertanding dengannya malam ini.
"Siap-siap kalah elo malam ini. Gue pasti menang." Ujar Elang penuh percaya diri, Fathur hanya mendengkus dalam hatinya.
Mimpi elo aja Nyet.
"Oke, buat kalian berdua. Gue mau balapan yang sportif, gue nggak mau salah satu dari kalian ada yang curang di tengah pertandingan. Gue nggak pernah suka dengan cara kotor selama area ini gue yang pegang."
Kedua peserta balapan malam itu pun hanya manggut-manggut mengerti atas ucapan Bang Jack.
"Kalian cuma perlu satu putaran aja, lewat jalur yang udah gue kasih tahu. Jangan salah jalur, gue nggak akan tanggung jawab kalau kalian keliatan sama polisi patroli sekitar sini." Lanjut Bang Jack lagi.
"Kalian paham?" Tanyanya terakhir kali.
"Paham Bang." Ujar Fathur dan Elang bersamaan.
Bang Jack menepuk bahu dua orang di atas motor mereka masing-masing tersebut seraya memberi semangat sekedarnya saja sebelum menjauh ke sisi bahu jalan.
Fathur memakai helm fullfacenya, ia menoleh ke kanan. Dimana ketiga sahabatnya berdiri menatapnya lekat.
"Go! Semangat!" Teriak Tegar heboh.
Pemuda itu terkekeh di balik helmnya.
Ia melirik sosok Elang yang juga sudah bersiap pada posisinya. Fathur menarik napas panjang, menyalakan mesin motornya saat suara Bang Jack mengintrupsi.
"Bersiap! Ingat kata-kata gue tadi, cowol gentle itu harus selalu bermain sportif! Jangan jadi BANCI." Teriak lelaki bertindik itu menggema di tengah suara knalpot motor yang menyala.
Seorang cewek berdiri di beberapa langkah dari motor keduanya, sapu tangan merah cewek itu aku angkat naik sebelum akhirnya detik berikutnya ia buang ke lantai bersamaan dengan suara bising motor yang melaju sangat kencang meninggalkan pekikan heboh penonton.
"GO GO GO!"
Motor hitam Fathur melaju di depan, Elang sedikit tertinggal namun pemuda itu tidak mau kalah dengan meng-gas motornya untuk lebih cepat lagi.
Belokan pertama, belokan kedua mereka lewati.
Fathur pun semakin melaju kencang di atas rata-rata dengan sangat lincah. 10 menit motor itu berderu di atas aspal yang rata dan mulus. Suara motor lawan terdengar mendekat, Fathur melirik Elang dari kaca spionnya. Jarak Elang semakin mendekat dan mendekat.
"GUE PASTI MENANG MALAM INI SIALAN!" pekik Elang yang tidak begitu terdengar oleh Fathur.
Fathur kembali menambah kecepatannya, ia tersenyum saat garis finish semakin terlihat.
Seruan-seruan mulai terdengar, Fathur melirik ke spion saat motornya di senggol dari belakang.
"Sialan nih anak." Umpatnya melihat Elang dengan sengaja menyenggol ban belakangnya dengan sebelah kaki.
"GUE PASTI BISA MENANG NGALAHIN ELO FATHUR BERENGSEK!"
Mata Fathur fokus ke kaca spion dan jalan di depannya. Mereka berdua hampir sampai, saat pemuda itu melihat kaki Elang sudah bersiap akan kembali menyenggol motornya Fathur bergegas membelokkan stang motornya tiba-tiba ke sisi lain sehingga motornya berpindah ke sisi kiri dan kaki Elang yang ingin menendang motornya pun hanya melayang hingga pemuda itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Suara dentuman motor menghantam aspal terdengar menggema hingga orang-orang yang melihat hal itu langsung memekik kaget.
Ckiiitt
Brakkk
Fathur terus melaju, mengabaikan lawan tandingnya Elang yang sudah terjatuh dari motor.
Ckiiittt.
Suara decitan ban milik motor Fathur menandakan pemuda itu sampai di garis finish, ia terdiam saat melihat beberapa pemuda lain melewatinya untuk membantu Elang.
"WOW MENANG BRO!"
"SELAMAT, BRO!"
Fathur membuka helmnya lalu menolehkan kepalanya ke arah jatuhnya Elang, pemuda itu rupanya baik-baik saja hanya mendapat luka kecil. Sorot mata Fathur terlihat dingin kala matanya bersiborok dengan sosok Elang yang tengah di papah oleh teman pemuda itu.
Bisa Fathur lihat gerakan bibir yang mengumpat dari sosok Elang terarah kepadanya.
"Bangke."
Fathur menarik sudut bibirnya terkekeh kecil dari balik helm fullfacenya saat membaca gerakan bibir pemuda itu.
"Selamat, Tur. Gue selalu yakin kalau elo bakalan menang." Suara berat Bang Jack membuat pemuda tampan itu mengalihkan pandangannya. Ia sontak melepas helm miliknya menerima sambutan tangan yang di ulurkan oleh pria bertindik tersebut.
"Thank you, Bang."
"Ini hadiah yang gue janjiin. Dan soal Elang, elo tenang aja gue yang urus nanti. Gue kira itu anak bakalan sportif mainnya. Ternyata masih aja mau berusaha curang. Untung elo bisa ngatasin tuh anak."
"Sorry Bang ngerepotin." Seru Fathur segan.
Walau bagaimana pun, sosok Bang Jack begitu berjasa kepadanya. Lelaki dengan tampang sedikit sangar itu selalu bersikap baik kepadanya dan mengajarkan dirinya banyak hal selama ini.
"Apaan sih elo ngomong gitu. Udah sana balik, ahhhh gue lupa." Bang Jack memasang wajah menggoda ke arah pemuda itu.
"Palingan elo mau langsung ke Club kan?" Tanyanya melanjutkan.
Fathur tidak menjawab, ia hanya mengulas senyum tipis membuat Bang Jack memukul bahunya kuat.
"Dasar bocah nakal. Hati-hati, gue urus si Elang dulu."
"KALIAN JUGA HATI-HATI, JANGAN JADI BOCAH NAKAL ELO PADA." Bentak laki-laki itu ke arah Akmal, Tegar dan J yang langsung di balas anggukan semangat ketiganya.
"TENANG AJA BANG!" Balas Tegar memekik.
Ke empatnya menatap kepergian Bang Jack, Tegar mendekat ke arah sahabatnya itu dan merangkulnya.
"Mantappppp ... party kita Bro!" Fathur hanya terkekeh kembali memakai helmnya. Ketiga sahabatnya pun langsung ke arah motor masing-masing dan menaiki kendaraan mereka.
Fathur membunyikan klakson dua kali sebagai tanda ia pamit sebelum motornya melaju meninggalkan area balap bersama ketiga sahabatnya.
Lagi, malam ini adalah malam keberuntungannya.
***
Bersambung