Happy reading Typo koreksi **** 'Dosa gue terus aja bertambah' ... Fathur Artha Putra ... **** Fersia keluar dari dalam kamarnya, bertepatan ketika pemuda yang masih ada di rumahnya tersebut baru selesai menghabiskan nasi goreng sosis kornet yang di buatnya tadi. "Sepupu kamu ngapain nelpon? Dia sering teleponin kamu ya? Kalau nggak ada aku?" Cerca Fathur to the point, jelas cemburu. Sia mengambil piring kotor di atas meja dan mencucinya di wastafel. "Cuma telepon biasa aja. Memangnya kak Arash ngomong apa sama kamu tadi di telepon?" Seru Sia balik bertanya. "Nggak ada ngomong apa-apa." Dusta Fathur tidak mau bilang. Padahal nyatanya, ia sangat marah mendengar sepupu kekasihnya itu mengucapkan kalau dirinya tidak baik dan tidak pantas untuk gadis itu. Memang benar, jika S

