Baper

1103 Kata

Aku mendengar suara motor Bayu dan itu cukup membuat dadaku berdebar. Dia pasti sudah melihat motor itu di depan. Meski aku sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin dia ajukan, tetap saja dadaku berdebar kencang. Aku menjawab salam Bayu yang masih di luar. Tak lama sosoknya muncul dari balik pintu. "Va, itu di luar motor siapa?" tanya dia begitu menemukanku di dapur. Hal ini sudah aku antipasi. Aku tersenyum, lalu berjalan mendekat padanya. "Duduk dulu, Mas. Nih minum." Aku meletakkan secangkir teh ke atas meja dan menuntun Bayu agar duduk di kursi depan meja makan. "Masih panas, Va," ujarnya setelah menyentuh gagang cangkir. Dari uapnya saja sudah ketahuan teh itu masih sangat panas. Aku baru saja menyeduhnya. Niatnya agar Bayu tidak terlalu kaget dengan kehadiran ang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN