Geo ngambek. Tapi dia cukup pintar untuk tidak ngambek di depan Ari dan Chilla. Dia menganggap dirinya sebagai kakak, mana mungkin dia berani memasang wajah masam atau bahkan menangis? Pasti dia malu. "Aku kan masih mau main sama Chilla, Ma," rajuknya duduk sembari cemberut. "Nanti kapan-kapan kalau ketemu Chilla lagi kamu juga bisa main, Sayang. Hari ini Mama capek banget. Mama belum beres-beres rumah dan masak juga buat papa kamu." Geo diam setelah aku mengatakan itu. Dia memilih masuk ke kamarnya. Aku biarkan saja dia merajuk dan langsung menyentuh pekerjaan rumah. Apa aku terlalu jahat kepada dua anak itu? Aku hanya takut. Takut Geo terlalu nyaman bersama Ari. Jujur, aku tidak ingin mereka dekat. Pekerjaanku selesai tepat saat aku mendengar suara motor Bayu di luar. Aku bahk

