Mengenai tawaran Ari aku ragu untuk mengatakannya kepada Bayu. Jika aku jujur pekerjaan itu dari Ari aku sangat yakin Bayu akan menolaknya dengan tegas. Dia tidak akan membiarkan istrinya berdekatan dengan mantan. Padahal aku di sana berniat untuk bekerja. Siapa tahu saja aku bisa mencicil motor sendiri dengan bekerja. Bayu masih duduk di atas kasur. Dia menumpuk beberapa bantal di belakang punggungnya untuk sandaran. Entah buku apa yang sedang dia baca, tapi sepertinya buku tentang pengembangan diri. Aku yang sejak tadi bermain ponsel sesekali meliriknya. Ingin membicarakan soal tawaran pekerjaan dari Ari maju mundur. Aku harus mencari alasan apa jika dia tanya aku bekerja di mana. Sedang bingung memikirkan alasan yang tepat, w******p dari Ari muncul. Aku terkejut dan sedikit mengubah

