Fasilitas

1114 Kata

Aku menggeleng. "Bukan itu, Mas. Ini sudah seperti dapat gaji UMR saja. Padahal kan aku kerjanya nggak full time," ujarku, meringis. Aku berpikir gajiku hanya berkisar satu jutaan. Siapa sangka Ari menawarkan lebih. Ari tersenyum, seolah paham dengan apa yang aku katakan. "Nggak masalah, Riva. Kamu udah mau menghandle kerjaanku di sini saja aku sudah senang. Aku percaya sama kamu," ucap Ari, menyentuh tanganku. Aku terkesiap, dan langsung menarik tanganku. Astaga, jantungku rasanya mau copot. "Sori, aku terlalu senang." Ari tampak salah tingkah dan mengusap belakang lehernya. Aku tidak suka keadaan canggung seperti ini. Mungkin lebih baik aku segera mengakhiri pertemuan ini. "Mas, kayaknya aku harus pergi. Udah waktunya jemput Geo." "Biar aku antar." Ari buru-buru berdiri, dan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN