Aku pergi ke kedai setelah mengantar Geo ke sekolahnya dan menitipkan anak itu kepada gurunya. Di pintu masuk masih tergantung tulisan closed yang artinya kedai belum buka. Tapi, Ari sudah mengintruksiku untuk langsung masuk saja. Di dalam wanita bernama Meri katanya sudah menunggu. Seorang wanita cantik datang menghampiriku. "Mbak Rivana ya?" Aku tersenyum. "Betul, saya Rivana. Mbak Meri?" Meri tampak tersenyum lega dan membenarkan. "Yuk ikut saya ke kantor." Aku tidak tahu kalau di kedai ini ada kantornya. Wanita bernama Meri itu membawaku masuk lebih dalam ke kedai. Dia lalu mempersilakan aku masuk ke sebuah ruangan. Ternyata yang disebut kantor itu ada di bagian belakang bangunan. Yang tidak aku tahu, di belakang ternyata ada sebuah taman. Aku meneguk ludah. Ini kah kedai yang

