"Ja-jangan, Renata. Jangan ke Rumah Sakit!" pinta Lidya dengan panik. Renata mengerutkan kening. "Kenapa, Tan? Apa Tante nyembunyiin sesuatu dari aku?" "Hah? Ng-nggak ko, siapa yang nyembunyiin sesuatu dari kamu, Renata. Tante cuma gak mau kamu ganggu kerjaannya Reyhan. Dia pasti lagi sibuk lho." Renata tersenyum sinis, sikap Lidya semakin membuatnya yakin bahwa ibu dan anak itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Semakin Lidya melarangnya pergi, membuat keinginannya semakin kuat. Ia ingin mengobati kecurigaannya. Sebenarnya, apa yang disembunyikan oleh mereka? "Maaf, Tan. Aku tetap harus pergi. Permisi," pamit Renata lalu keluar dari kamar dengan setengah berlari. Lidya terbeku, menatap punggung Renata dengan cemas. Rahasia Reyhan pasti akan terungkap, calon menantunya itu bukan

