Reyhan mendengus kesal, menatap wajah Renata dengan sinis. "Mau apa lagi kamu ke sini, Renata? Kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi," tanyanya dingin. Renata melangkah mendekat, tatapan matanya tertuju kepada Meta. Ia bukannya tidak tahu siapa wanita itu, tapi dirinya tidak menyangka bahwa wanita yang menjadi saingannya berpenampilan sangat biasa saja. Meta bahkan tidak ada bedanya seperti asisten rumah tangga yang berkerja di kediamannya. Renata menghentikan langkahnya tepat di depan Reyhan, melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya. "Aku ke sini cuma mau balikin cincin pertunangan kita, Rey," ucapnya seraya menyerahkan cincin bertahtakan berlian yang sudah selama satu tahun ini melingkar di jari manisnya. "Benar kata Daddy, buat apa aku memperjuangkan laki-laki b******n sep

