"Noah, ayo dimakan sarapannya. Nanti telat ke sekolah, lho," ujar Bella. "Noah pengen ketemu daddy." Mata bocah itu berembun. Ekspresinya terlihat datar. Selain kehilangan semangat, dia juga merasa kehilangan selera makan. Rasanya belum sampai sebulan ia bisa sarapan bertiga dengan daddy dan mommy, tapi kini ia kembali sarapan berdua dengan mommy-nya lagi. Bella terdiam dengan hati merasa teriris. Jujur ia tak tega melihat Noah sedih seperti ini, tapi ia juga harus membuat Noah terbiasa untuk hidup tanpa Rava karena bocah itu tak akan bisa setiap waktu untuk bersama daddy-nya. Suatu saat Rava akan disibukkan dengan keluarga barunya dan tak akan punya banyak waktu untuk Noah. "Mommy suapin, ya." Noah menyendok nasi lalu menyuapkannya ke mulut Noah. Bocah itu pasrah menerima suapan dari

