Bab 26. Lagi-lagi Sial. Sial! Lagi-lagi aku gagal untuk bisa berduaan dengan Lidia. Padahal kelihatannya Lidia sudah mulai perhatian lagi padaku. Tidak kusangka dia membelaku di depan kekasihnya. Sepertinya aku masih punya kesempatan untuk memilkinya lagi. Pagi ini aku kembali memutar otak untuk mencari uang. berkali-kali bagian penagihan mobil menelponku. Bahkan mereka sampai datang ke kantor lamaku. Beberapa teman menelponku. "Pak Yusuf, hutang-hutangnya dibayar, dong" "Pak, ada banyak debt kolektor cari-cari Pak Yusuf ke kantor." "Manager kok banyak utang. Memalukan!" Malu sekali rasanya. Mau di taruh dimana mukaku ini. Sebaiknya aku secepatnya minta pertanggung jawaban Rena. Mobil yg di tagih ini adalah mobil yang sekarang dipakai mantan istriku itu. Hutang-hutang kartu kred

