Part 43

1166 Kata

Berkali - kali wanita paruh baya itu mengucapkan salam, tapi tidak ada yang menyahut.  Apakah putranya tidak ada dirumah? Sepertinya opsi itu tidak tepat. Mobil Abidzar saja masih terparkir apik digarasinya. Tanpa berpikir panjang, langsung saja wanita itu mendorong pintu hingga terbuka. "Tidak dikunci,"gumamnya Umi Aisyah tercengang menatap kondisi rumah Abidzar yang seperti kapal pecah. Sampah berserakan dimana - mana. Bantal sofa yang berada dilantai, dan beberapa bungkus mie instan. Tunggu, mie instan? Apakah putranya selama dua minggu ini hanya memakan mie instan? Umi Aisyah meletakkan rantang yang ia bawa diatas meja. Kemudian langkah kakinya ia seret menuju pintu bercat coklat tua yang tertutup rapat disana. Perlahan ia membukanya. Pandangannya tertuju pada seorang pria sedang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN