Tepat setelah menjalani pemeriksaan siang tadi, Dokter memindahkan Nara ke ruang inap biasa. Hampir satu hari wanita itu belum juga sadarkan diri. Membuat pria yang bernotabe sebagai suaminya itu semakin khawatir. Suasana kian melarut. Semua keluarga juga sudah pulang ke rumah masing - masing selain Abidzar, lantaran pria itu yang bersikukuh untuk menjaga istrinya. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, namun netra wanita cantik itu belum juga terbuka. Bibir mungilnya yang selalu menyunggingkan senyum manis, kini masih terkatup rapat. Abidzar merindukan istrinya itu. Abidzar mengenggam tangan mungil itu. Mencoba menyalurkan kekuatan agar wanitanya cepat siuman. "Ra, kapan kamu bangunnya? Aku kangen,"gumam Abidzar. Untuk menghilangkan rasa jenuh, Abidzar melantunkan surah Ar-Rahma

