Keenara pov Semalaman ini, aku dan Mas Abidzar menghabiskan waktu bersama di balkon resort. Ditemani dengan padangnya rembulan yang menghiasi gulitanya bumi. Semua keluarga sudah tidur, mungkin karena kelelahan seharian tadi. Bagaimanapun juga mereka harus istirahat karena sore besok, kami semua akan bersiap untuk melakukan penerbangan ke Jakarta. Aku yang semula memang sedang menikmati bulan sabit itu, terlonjak kaget saat sebuah lengan kekar melingkar diperutku. Sudah ku duga kalau pria itu adalah suamiku. Memangnya siapa lagi kalau bukan dia? "Mas ih, kebiasaan banget sih buat Nara kaget."sungutku seraya mencubit gemas tangannya, agar terlepas dari perutku. Pria itu menggerutu sebal sambil melepaskan lilitannya. "Kamu kapan sih gak galak?perasaan setiap aku mau romantis, pasti aja

