Waktu seolah lama sekali berputar, Satria menatap jauh di area persawahan. Satria hanya buang-buang waktu untuk meratapi kesedihannya. Dilema saat ini yang ia rasa bahkan disini di tempat ini pertama kali ia bertemu dengan gadis pujaan hatinya Eliana. Di sebuah desa yang begitu asri juga ramah lingkungan. Mereka berjalan beriringan melewati bentangan sawah penduduk suasana yang selalu ramai oleh para petani yang akan pergi ke sawah. Membuat Satria teringat akan kisah cintanya dengan Eliana saat itu. "Cantik kamu pagi ini." Ucapan itu membuat Eliana terkejut dan tentu menjadikan pipinya bersemu merah. Karena saat itu Satria merasakan hangatnya. "Pagi-pagi sudah dapat rayuan gombal." Kala itu ia sedang menaiki sepeda mininya. "Kamu nanti bisa semangat untuk mengayuh sepedamu itu. Da

