Penyesalan Satria

1548 Kata

Langit cerah mulai menampakkan sinarnya, menemani langkah Eliana menuju dapur, membantu Simbok memasak untuk sarapan pagi. Meskipun sudah sangat besar perut Eliana, namun ia tak ingin jika bermalas-malas. "Ma, dapat tugas tadi dari sekolah, Dafa lupa," wajah Dafa cemberut ke arah Eliana. Eliana tersenyun dan memegang kesua pundak anaknya. "Kenapa bisa begitu, kok tidak dikerjakan semalam." "Daffa lupa, Ma." "Baiklah sini, Mama bantuin kerjakan ya." Terlihat senyum mengembang dari wajah Dafa. "Iya, makasih, Mah." Eliana tersenyum ke arah Simbok. Sambil memotong sayuran, dan mencucinya ke wastafel sambil menyiapkan bumbu yang sudah di uleg. Mbok Siti tersenyum melihat Eliana meskipun hamil besar namun masih saja bantu-bantu si Mbok. Lalu berjalan mendekati Dafa dan membantunya Sele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN