Bab 13. Rahasia

1396 Kata

"Memangnya kamu punya utang berapa to, Wid, sampai menggadaikan sawah segala?" tanya Ibu. "Nggak banyak kok, Bu, lagi pula ini atas kemauan Mbak Ranti sendiri. Ia bersedia membayar utang asalkan sawahku dia yang menggarapnya. Lagi pula selama ini aku juga tidak pernah mengurus sawah itu," jawab Mbak Wiwid dengan memainkan jari tangannya. "Nggak banyak itu berapa?" tanya Ibu lagi. "Nggak usah kepo kenapa, sih, Bu? Memangnya kalau Ibu tahu akan bayarin utangku? Nggak, kan? Mau aku punya utang berapa pun yang penting Mbak Ranti sudah bantu bayarin. Inilah enaknya punya saudara yang punya banyak uang dan nggak pelit, jika ada salah satu yang kesusahan bisa bantu. Nggak seperti situ, jadi saudara yang tidak ada gunanya sama sekali," ucap Mbak Wiwid dengan nada sinis ke arahku dan Mas Yudi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN