Anne Pov. Aku bangun tanpa kesulitan. Dengan bantal di bawah kepala, selimut menutupi dadaku, aku mengenang kejadian kemarin. Ingatan bermain bersama Clark dan pembalasan kecil pada Willy membuat pagiku serasa segar. Semuanya berputar-putar di benakku dan berhenti di saat aku menoleh ke samping. Rupanya Willy kemarin memutuskan tidur di sampingku. Kukira dia akan pergi karena pengabaian yang kulakukan. Nyatanya aku salah. Dia tetap di sini meski tanpa hubungan ranjang yang biasanya kami lakukan tanpa jeda selama pertunangan maupun pernikahan. Yah kecuali jika periode bulananku datang. Sebab kalau itu aku lah yang selalu memohon pada wirid untuk melakukan hubungan hancur. Meski tidak secara lisan tapi gestur tubuhku menunjukkan jika aku sangat menginginkan dia dan seluruh otot -otot tubuh

