Anne Pov. Bahaya.... Kode merah.... Danger.... Okey, aku memang lebay, tapi di saat bibir Clark menempel di daun telingaku dan nafasnya yang hangat menggelitik di sana tanpa ampun. Menghantar rasa kesemutan ke seluruh tubuhku. Membuatku mati rasa, dan perlawanan yang aku lakukan nyaris sia- sia. Kini otakku yang biasanya memiliki pasukan cara untuk melepaskan diri setiap kondisi darurat--- membeku. Mereka tidak berfungsi. "Aku yakin kau menginginkan ini, Anne. Dulu dan sekarang. " Nah kan, nah kan... bagaimana aku bisa lolos jika serbuan sikap seksi Clark terus menginvasi. Aku benar- benar butuh pertolongan agar lepas dari kondisi ini. "Jangan terus membohongi diri sendiri Anne... kau juga menginginkanku, bukan?" Bisikan Clark melemahkan pertahanan yang aku bangun sejak tadi. Ucap

