Di sebuah rumah sakit yang memiliki peralatan tercanggih di dunia, Willy menatap ke arah luar jendela bangsal VVIP yang ia tempati. Ia masih kelelahan menjalani serangkaian tes sebelum operasi cangkok sumsum tulang belakang. Pemeriksaan riwayat kesehatan, psikologis, jantung dan organ dalam lainnya, tes darah, biopsi sumsum tulang--- semua seolah mengambil energi yang tersisa di tubuhnya. Willy sangat lelah dengan semua ini dan tak ingin melanjutkannya. Saat ini ia hanya ingin menyambut kematian dengan tenang. "Ken, apa kau di situ...?" Tanya Willy tanpa menoleh ke belakang. Keputusannya untuk menyerah sudah ia ambil kala membayangkan betapa panjang dan melelahkan perjuangan melawan Leukimia. Kanker darah yang sangat mematikan. Pria yang merupakan asisten Willy ini melangkah maju. Wajah

