Mia meloncat masuk ke dalam mobil Nathan yang menjemputnya. Penampilan Nathan sekarang sedikit berbeda, sedikit lebih formil dengan kemeja Valentino berwarna biru pucat yang pas dengan kulit asianya. Mia menatap kekasihnya dengan pandangan kagum. Ya, ia masih saja terpesona dengan kharisma dan profile pria di sebelahnya ini. Ditambah lagi Nathan berusaha membangun usahanya sendiri di London dengan bantuan teman-temannya, siapa lagi kalau bukan Rino dan Zack. "Mau ngomong apa sih?" Mia tertegun sesaat dengan pertanyaan Nathan, mulutnya kelu tiba-tiba. Ia menelan ludahnya dengan susah payah. "Kangen..." ujarnya. Tapi hatinya mengatakan lain, aku takut Nath, takut enggak bisa jadi istri yang kamu inginkan. Tangan Nathan bergerak meraih tangan Mia, menautkan jari mereka menyatu dan membawan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


