Silau... itu yang pertama kali aku rasakan saat aku membuka mataku. Sinar mentari pagi benar-benar langsung masuk ke manik coklatku hingga aku perlu menyipitkan mataku dan membiasakannya dengan sinat sang mentari. "Hm...," gumamku sambil berusaha bangun. Pusing, itu yang aku rasakan saat berhasil duduk dan menyandarkan badanku pada sebuah pohon yang tinggi dan besar.Entah berapa lama aku pingsan karena kehilangan banyak darah. Aku sendiri tak paham bagaimana dari luka kecil di tanganku bisa mengeluarkan darah begitu banyaknya.Perlahan aku menatap tanganku yang tadi terluka. Aku hanya melihat setitik luka kecil bekas menancapnya duri. "Darah itu?" gumamku. Kembali aku teringat akan darah yang mengalir dari tanganku dengan derasnya dan berwarna hitam.Kembali sebuah pertanyaan yang sama m

