Bab 50

999 Kata

Mataku nanar menatap tubuh Hendra yang di tarik oleh sosok yang sangat mengerikan itu. Setitik air mata jatuh ke pipiku mengiringi kepergiannya. "Tutup pintu tendamu Di!" hanya suara itu yang kudengar, yang memaksaku untuk segera menutup pintu tendaku. Perlahan aku menutup pintu tendaku, dan perlahan aku tak dapat melihat tubuh Hendra yang semakin menjauh. Aku mencoba menarik napas dalam untuk menenangkan hatiku, menguatkan jiwaku.Bagaimanapun selama ini hanya Hendra yang membantuku di masa-masa sulitku selama di sini. Dia yang selalu mau aku repotkan hanya untuk menjemputku.Kini... kembali aku harus menjalani semuanya seorang diri, sama seperti saat aku sedang KKN dulu. Sepertinya Tuhan memang masih ingin menguji kesabaran dan ketangguhanku dalam menghadapi permasalahan ini.Kurebahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN