Aku masih memejamkan mataku. Tidak...aku tidak tidur sama sekali. Tapi aku tengah memikirkan semuanya.Aku masih tak percaya dengan semua yang telah aku alami selama ini. Sekarang...aku seolah tak dapar mempercayai siapa pun yang ada di sekitar.Lalu Hendra? Aku jujur tak dapat mempercayainya walau dia sudah sangat baik padaku, sangat perhatian padaku. Seketika aku membuka mataku dan melihat kalau mobil Hendra telah memasuki kawasan kota. Hendra pu tak berkata sepatah kata pun, dia tetap fokus pada jalan yang ada di hadapannya. "Antarkan aku ke hotel, Hen!" kataku memecah kesunyian. "Tidak!" "Kenapa?" "Aku takut kamu kenapa-kenapa, cukup Wilman yang menghilang dari kita, aku gak mau kehilangan kamu Di!" "Wilman kan belum tentu hilang di sini, Hen, bisa jadi dia pergi ke kosannya dan ti

