Entah apa yang dapat aku katakan saat melihat sosok itu. Aku benar-benar terpaku dan tak dapat berbicara satu katapun saat aku melihatnya.Sosok itu begitu mengerikan dan membuatku terluka. Bukan... bukan karena darah yang terus mengalir dari lehernya yang hampir putus. Bukan pula karena kulit wajahnya yang sebagian telah terkelupas.Tapi karena sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi padanya. Aku hanya mengira bahwa hanya Evi saja yang hidupnya masih menyedihkan walau telah meninggal.Aku melihat Maura di balik kaca mobil. Sosoknya memang lebih mengenaskan dari Evi. Aku tak pernah mengira jika sosoknya akan semengenaskan itu. Lehernya hampir putus dan darah segar terus mengalir dari tenggorokannya. Kulit wajahnya sebagain telah mengelupas dan sebagian masih utuh. Selain itu, matanya s

