Delapan Puluh Dua

1254 Kata

Andi mengetuk-ngetukkan kakinya pada lantai. Tangannya bersedekap d**a sambil dia menyandarkan punggungnya di tembok dengan mata berseliweran menatap ke kanan dan kiri mencari seseorang. Sedangkan tidak jauh dari Andi, Tasya sedari tadi berkaca dan memperhatikan riasannya. Bahkan beberapa kali dia nampak sedang menambahkan riasan ke wajahnya. Memoleskan bedak ke pipinya yang dia rasa bedaknya sudah luntur, juga menambahkan lipstik hingga membuat bibirnya terlihat begitu merah. Andi yang menggelengkan kepalanya tatkala dia melihat tingkah laku Tasya. Tasya seperti akan pergi ke kondangan, padahal mereka akan ke Bandung untuk urusan pekerjaan. "Nggak usah ditambahin mulu deh." Tegur Andi kepada Tasya. Dia yang melihat saja sudah merasa jengah. "Riasan aku udah mulai luntur nih, Pak P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN