Semerbak parfum mahal menyeruak di setiap hidung orang yang berpapasan dengan Pandu. Sudah menjadi rahasia umum laki-laki muda nan tampan itu selalu menjadi tokoh utama dalam setiap cerita pribadi para gadis. Mereka mendambakan Pandu untuk menjadi pelengkap diakhir cerita bahagia mereka. Mereka menganggap jika Pandu adalah laki-laki sempurna tanpa memikirkan penyakit Pandu yang belum ada obatnya. "Tumben Bapak makan siang di kantin perusahaan." Kata Andi pelan sambil menyamakan jalannya dengan bosnya itu. "Sekali-kali aku juga ingin merasakan masakan ahli gizi dari perusahaan kita." Jawab Pandu asal. Padahal itu bukan alasan yang membawanya ke tempat ini. Alasan utamanya karena dia malas makan sendirian di ruangan sedangkan Sakura juga menolak dia ajak makan bersama dengan alasan banya

